Pages

Riko Septyan Nor Saputra. Powered by Blogger.

Monday, March 18, 2013

Ujian Nasional Sudah Siap Nggak Ya...???

Dalam artikel ini tujuan utama saya adalah untuk “mengingatkan dan memberitahu, bukan bermaksud untuk menasehati”. Bagi yang sekarang sudah kelas 9 SMP dan 12 SMA pasti akan menghadapi ujian nasional. Tapi ketika baru-baru saja masuk sekolah jadi kakak kelas tertinggi baru, biasanya masih tenang-tenang dan masih santai-santai saja, belum terlalu memikirkan ujian nasional yang diakhir nanti wajib diikuti kalau berminat lulus. Iya apa iya...? hayoo...? hehehe.
Apa yang dibenak kalian tentang ujian nasional waktu sekarang ini? apakah “ah masih lama, masih jauh waktunya. Waktu yang sekarang dinikmati saja jadi kakak kelas tertinggi yang baru, untuk ujian nasional dipikirin belakangan saja”. Kalau itu yang ada dibenak kalian, bahaya sekali untuk diakhir nanti. Pemikiran yang seperti itu biasanya akan membuat kalian terlena oh terlena, hehehe.
Apa yang sebaiknya anda dilakukan untuk waktu yang sekarang ini? Saran saya adalah santai diawal itu boleh karena itu hak anda, tapi jangan keblabasan. Kenapa jangan sampai keblabasan? Karena eh karena kalau santainya keblabasan diawal, biasanya rasa santai anda akan menjadi sebuah kebiasaan yang tanpa disadari malah merugikan.
Ketika tahun baru, yang terlupa akan ujian nasional mulai teringat lagi untuk menghadapi ujian nasional kedepannya, kecuali yang memang “ndablek” ya masih santai-santai saja, hehehe (maaf bukan bermaksud untuk menyinggung). Begitu menghadapi ujian praktek mulailah ada yang merasa khawatir, ada yang takut, ada yang galau juga karena memikirkan ujian nasional. Ada juga yang berkata “wah sebentar lagi akan ujian nasional, rasanya cepet banget ya”. Ada juga yang berkata “wah kayaknya kita disuruh cepet-cepet keluar dari sekolahan ini nih”. Perlu diketahui bahwa jika waktu dirasakan maka akan terasa lama, tapi jika tidak dirasakan maka waktu akan terasa cepat.
Masalah siap untuk menghadapi ujian nasional itu dibagi menjadi 2 komponen, yaitu siap secara perasaan atau mental dan siap secara materi atau bab pelajaran. Jika salah satu komponen itu tidak ada, maka dapat dikatakan belum siap. Belum siap secara materi pun juga akan mempengaruhi kondisi kejiwaan anda dan rasa percaya diri saat menghadapi ujian nasional nanti.
Tiba-tiba anda sudah menghadapi ujian sekolah. Mulailah marak dan ngetren produk dari para siswa-siswi yaitu rasa galau untuk menghadapi agenda selanjutnya yaitu ujian nasional. Kalau anda galau tenang saja, karena bukan anda saja yang galau melainkan teman-teman anda juga pada galau. Tenanglah, galaunya rame-rame kok. Malahan bisa dibuat pawai galau rame-rame, hehehe.
Walaupun nasib sudah nyata didepan mata menunggu anda, ternyata banyak yang belum siap, bukannya tidak siap. Tapi jangan terlena lagi mentang-mentang yang galau dan yang belum siap untuk menghadapi ujian nasional pada banyak. Kalau bisa dipuas-puaskan galaunya. Lho kenapa kok gitu? Karena eh karena agar energi anda untuk galau sudah habis sebelum waktu ujian nasional, lalu ketika menghadapi ujian nasional anda tidak akan merasakan galau.
Ada juga yang sampai stres juga karena galau yang berlebihan. Stres ini bisa terjadi akibat banyak materi yang harus dihafalkan, rumus-rumus banyak yang terlalu mengenyangkan dan yang parah lagi adalah tidak paham tentang bab yang diterangkan guru. Ada juga  guru yang ketika selesai menerangkan bab pelajaran bertanya pada muridnya begini “siapa yang tidak paham?”. Kenyataan setelah pertanyaan itu dilontarkan adalah murid tidak ada yang bilang “saya tidak paham”. Kalaupun ada juga itupun tipe anak yang jujur dan pemberani.
Masalahnya adalah tipe murid dalam satu kelas itu beda-beda. Ada yang pemberani, penakut, pemalu, pemberani yang jujur, jujur tapi penakut dsb. Dengan tidak ada yang bilang tidak paham, maka guru yang melontarkan pertanyaan tadi akan merasa bahwa semua muridnya pada paham semua, padahal kenyataannya ada yang tidak paham dan dipendam sendiri. Bagaimanakah nasib bagi yang pemalu dan penakut tadi yang tidak paham yang diterangkan gurunya? Yaitu adalah mau belajar tapi tidak jadi. Pikirnya mungkin “diterangkan gurunya saja aku  tidak paham, masa aku mau belajar sendiri”. Lalu bab selanjutnya terus diterangkan guru, sedangkan si murid ini terus-terusan tidak paham dan akhirnya malah stres. Terus kalau si murid stres begini salah siapa? Mari kita renungkan sejenak.
Anda sebagai teman dan sahabat yang baik, perlu memperhatikan raut wajah dan tingkah laku dari teman-temanmu dan sahabat-sahabatmu. Ketika ada teman anda yang biasanya aktif berbicara dan suka bergerak terus tiba-tiba diam saja, duduk dikelas sendirian, menjauh dari teman-temannya bahkan menjauh dari keramaian wajib diperhatikan.
Apalagi tipe anak yang memang pendiam dan pemalu, biasanya tidak diperhatikan teman-temannya. Anak tipe pendiam dan pemalu ini rasa stresnya agak sulit terdeteksi oleh orang lain, karena memang tertutup dan tidak mau curhat. Yuk anda sebagai temannya yang baik hati untuk bertulus hati menolong dengan cara memperhatikannya, memperlakukannya dengan ramah tamah dan menghiburnya dengan perkataan yang halus supaya rasa stresnya tadi tidak berkepanjangan sampai menghadapi ujian nasional. Jika anda sebagai teman seperjuangannya malah sengaja membiarkannya stres, sampai ujian nasional dihadapi nanti teman anda yang stres akan terlalu terbebani dan tidak konsen untuk membaca soal, yang pada akhirnya rasa stres teman anda harus berkelanjutan setelah pengumuman kelulusan karena dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang lagi tahun depan. Bayangkan dan renungilah... peganglah motto “masuk bareng-bareng, keluar (lulus) bareng-bareng.
Semoga anda beruntung dan sukses menghadapi ujian nasional dan pada waktu pengumuman nanti, anda baik laki-laki maupun perempuan ataupun yang mengaku tidak laki-laki tidak perempuan pun dinyatakan LULUS 100% amiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnn.... hehehe...

Penulis: Riko S.N.S.

0 comments:

Post a Comment

 

Tentang Pemilik Blog Ini

Lagu

Blogger news


Blogger templates